Haii... Aku Pak.Cletuk !!

Hallo Masyarakat Indonesia.. Kita masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang hebat. Dari negeri Indonesia yang "HEBAT" buktinya.. Kita menganut dasar PANCASILA, Negara yang DEMOKRASI, Jalur Perdagangan yang sangat BERPOTENSI, serta memiliki kekayaan alam yang membuat decak kagum masyarakat dunia lain.
"Tapi" sayangnya banyak sekali yang menggunakan Hal-hal tersebut dengan salah di tangan yang salah.

Blog Celetuk Politik Indonesia, hanya ingin mendengarkan dan berbicara dari hati, kepada masyarakat lain serta pemerintah agar kami dapat dan bisa berkomunikasi dua arah dengan baik.

Kamis, 06 November 2014


Mobil Amien Ditembak, PAN Se-Yogya Diminta Waspada 




TEMPO.CO, Yogyakarta - Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional Kota Yogyakarta Heru Purwadi menginstruksikan semua kader dan simpatisan Partai Amanat Nasional di wilayah Kota Yogyakarta dan kabupaten lain DIY siaga menyusul teror penembakan ke kediaman Ketua Majelis Tinggi Partai Amanat Nasional Amien Rais, Kamis, 6 November 2014.

“Semua kami minta waspada dan mengamankan diri masing-masing,” kata Heru kepada Tempo, Kamis, 6 November 2014.

Pada Kamis dinihari, terjadi teror penembakan terhadap kediaman Amien Rais. Mobil milik Amien yang terparkir di garasi ditembak orang tak dikenal. Saat kejadian, Amien Rais masih tidur.

“Teror seperti ini sudah di luar batas dan membuat perasaan orang benar-benar tak aman,” ujar Heru. Meski demikian, Heru tak mau berspekulasi jauh soal motif penembakan itu, apakah ada kaitannya dengan aktivitas politik Amien Rais.

Amien sempat menjadi kontroversi terutama terkait dengan pernyataan-pernyataannya selama pemilu presiden lalu. Sehubungan dengan instruksi untuk semua kader dan simpatisan PAN, Heru mengatakan akan berkoordinasi dengan semua pengurus dalam waktu dekat.

PAN merupakan partai yang termasuk memiliki basis massa paling besar di Yogyakarta. Kursi-kursi yang diraih di parlemen saat pemilu legislatif, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, selalu berkejaran dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.




Pak Celetuk, mendapat berita dari Anggota Politik lain nya, bahwa memang ada kemungkinan kalau ini masalah Aktivitas politik Amien Rais. Ada kemungkinan bahwa, Pak Amien Rais yang terlihat bergabung dan mendukung Pak WAPRES kita, menuai saingan dengan Saingan Pak Jokowi yang hingga saat ini terlihat sekali sepak terjang nya untuk mengubah Pemerintahan yang sudah di duduki Pak Jokowi serta tidak mendukung program-programnya.


Saat ini memang kita harus waspada terhadap setiap langkah yang akan kita ambil, apalagi masalah Politik, tetapi kalau misal kita tidak berani / takut terus menerus, sampai kapan kita akan bangkit?? kita harus berani dan mulai mengambil tindakan untuk membuat Indonesia jadi lebih baik.

Pak Jokowi pun pasti merasakan kesulitan untuk menata Pemerintahan  agar bisa bekerja dengan maksimal, dan efisien, karena banyak sekali pihak yang ingin menjegalnya, meskipun terlihat mendukung dan melakukan pencitraan dengan baik. Tetapi Masyarakat Indonesia sudah pintar saat ini dan mengetahui apa maksud-maksud terselubung itu. Semoga mereka yang saat ini menolak, mulai memihak dan mendukung Program-program Pemerintahan saat ini.

Hidup Indonesia!! Semangat Pak Jokowi

Rabu, 05 November 2014


Ahok Bisa Dimakzulkan seperti Aceng Fikri?




JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Fraksi Gerindra di DPRD DKI, Abdul Ghoni, menyarankan Pelaksana Tugas (Plt) Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama memperbaiki gaya komunikasi apabila kelak resmi menjadi gubernur DKI.

Bila tidak, Ghoni berpendapat, bukan tidak mungkin Ahok akan menemui nasib seperti mantan Bupati Garut Aceng Fikri yang dimakzulkan di tengah masa jabatannya pada 2012.

"Ahok bisa saja seperti Aceng kalau dia tidak bisa lebih santun dalam berbicara," kata Ghoni di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (5/11/2014).

Ghoni berpendapat, sikap Ahok kerap menyakiti perasaan warga Jakarta. Dia pun menyebutkan soal larangan pemotongan hewan kurban di sekolah dan pelarangan ondel-ondel.

Bila sampai masyarakat hilang kesabaran, kata Ghoni, bukan tidak mungkin mereka mendesak DPRD DKI memakzulkan Basuki. Dia pun berpendapat Basuki punya hubungan buruk dengan DPRD DKI, yang lagi-lagi karena pernyataan kontroversial Basuki.

Beberapa waktu lalu, Basuki mengibaratkan anggota DPRD sebagai calo. Pernyataan itu terlontar di tengah pro dan kontra pemilu kepala daerah langsung atau dikembalikan lewat DPRD.

"Apakah dengan berseteru dengan DPRD, (maka) programnya bisa jalan? Makanya, ucapan-ucapannya itu jangan melukai. Jangan suka sesumbar. Antara DPRD dan gubernur tidak bisa dipisahkan bekerjanya berdasarkan tupoksi masing-masing," ujar dia.



Wahhh... Bagi Pak Celetuk, Pak Basuki merupakan terobosan yang cukup besar.. Dan kami rasa penting untuk Indonesia maju. Pak Ahok, punya cara yang khas dalam berbicara. Terus terang, jujur, terbuka, dan berani. Pemimpin seperti itulah yang bisa bawa perubahan di Indonesia dan DKI Jakarta.

Tentang pelarangan berbagai hal yang di ungkapkan Pak Ahok, mungkin ada juga beberapa hal yang sudah dipertimbangkan.. Misalkan pemotongan hewan kurban, Siswa siswi yang melihat kan juga akan memberikan dampak Psikis yang kurang baik kan?? Contoh nya seperti itu. Pada saat kita mendengerkan hanya dari 1 pihak, kesannya pasti ada yang kurang, tapi setelah di bicarakan dari 2 pihak, pasti akan jelas alasannya. Ada baik nya kan kalau di dengarkan secara lengkap, bari ditanggapi.

Pak Ahok pun pasti juga sudah siap atas resiko yang akan dia dapatkan pada saat memimpin DKI Jakarta, termasuk ancaman dimakzulkan di tengah masa jabatannya. Selama ini Gubernur sebelum Pak Jokowi, gampang-gampang saja di setir oleh DPRD, tapi saat ini sudah mulai berubah dan jelas tidak akan mudah di setir lagi. Kalau cuma di setir terus oleh DPRD, Jakarta akan tetap saja seperti dulu-dulu. Dengan adanya Pak Basuki, pasti jadi berubah yang kemungkinan akan jadi lebih baik..

Hidup Indonesia...!!!

Selasa, 04 November 2014

Politisi PDI-P Sebut Prabowo Setuju Pembagian Pimpinan Alat Kelengkapan DPR 60:40



JAKARTA, KOMPAS.com – PDI Perjuangan yakin adanya titik temu antara dua kubu yang berkonflik dalam Dewan Perwakilan Rakyat. Politisi PDI-P Aria Bima mengatakan, lobi-lobi dilakukan untuk mendekatkan dua kepentingan yang berbeda.

"Persepsinya harus diubah. Bukan bagi-bagi kekuasaan. Proporsional, representasi," kata Aria di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (4/11/2014), seperti dikutip Tribunnews.com.
Aria mengatakan, pihaknya tidak meminta kocok ulang pimpinan alat kelengkapan DPR. Namun, Koalisi Indonesia Hebat tetap meminta 16 pimpinan AKD.

Agar target tersebut tercapai, Aria mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan sejumlah elite partai seperti Ketua Harian Partai Demokrat Syarief Hassan dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

"Saya mau ngobrol sama Syarief Hasan untuk lobi dengan Demokrat. Demokrat ada titik terang, PAN setuju. Gerindra setuju 40-60. Pak Prabowo bilang ke saya," ucap Aria.

Sedangkan politisi Senior PDI-P Pramono Anung melakukan lobi dengan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie. Lalu bagaimana dengan PKS? "ARB akan beri ruang jalan tengah. Kalau semua ikut masa dia (PKS) tidak ikut," tuturnya.

Sebelumnya, Ketua DPR Setya Novanto berharap konflik di DPR dapat diselesaikan pekan ini atau paling lambat pekan depan. Setya enggan menjelaskan detail isi pertemuan antara kubu KIH dengan Koalisi Merah Putih.


Pak Celetuk merasa adanya pihak - pihak yang selalu mementingkan keingin pribadi dan golongan saja. Disini bukan kekuasaan yang harus di dapatkan, tapi bagaimana memediasi Rakyat Indonesia menuju Indonesia yang lebih baik. Kalau anggota pemerintahan saja sudah tidak sama pendapat nya. bagaimana cara membuat Indonesia Sukses..? 

Apalagi dengan adanya keributan di DPR serta membanting meja yang ada di ruangan DPR. Mereka bertindak seperti preman yang memperebutkan kekuasaan Di Pasar. Sangat memalukan sekali tindakannya. Bagaimana cara memimpin Rakyat kalau tindakannya saja tidak bermoral??

Ayolah... Pak Celetuk yakin, Anggota Pemerintahan bisa 1 suara, jangan memntingkan keinginan Golongan / pribadi saja. Utamakan Pemerintahan yang saat ini sudah berjalan, jangan mau mengikuti pemerintahan "Bayangan" yang konyol.

Ayo... Sama-sama membangun Indonesia Sukses..!!!

Senin, 03 November 2014

Calon Jaksa Agung Diminta Revolusi Mental





TEMPO.CO, Jakarta - Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada mencatat beberapa tugas yang harus dilakukan Jaksa Agung baru nanti. Utamanya, menurut Direktur Advokasi Oce Madril, merevolusi mental sumber daya manusia di institusi tersebut.

"Mengubah budaya Kejaksaan menjadi lebih partisipatif dalam memberantas korupsi," kata Oce kepada Tempo, Selasa, 4 November 2014. Jadi harus punya visi dan misi bagaimana merevolusi mental." Oce menilai, Kejaksaan cenderung lambat mereformasi birokrasi, dibandingkan lembaga hukum lain.

Oce meminta Presiden berhati-hati memilih Jaksa Agung. Jika salah pilih, maka citra Jokowi menjadi taruhan. Terutama dalam penegakkan hukum tindak pidana korupsi.

Presiden Jokowi saat ini sedang memilih Jaksa Agung. Pekan lalu, Andi Widjajanto menyebutkan lima calon, yakni Mas Achmad Santosa (mantan komisioner KPK), Muhammad Yusuf (Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan), Hamid Awaluddin (mantan Menteri Hukum dan HAM), Widyo Pramono (Jaksa Agung Muda Pidana Khusus), serta Andhi Nirwanto (Wakil Jaksa Agung).

Belakangan, muncul nama M. Prasetyo, mantan Jaksa Agung Muda Pidana Umum, yang kini anggota DPR dari Partai NasDem. Nama Prasetyo disorongkan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.

Pak Celetuk Setuju dengan "Revolusi Mental". Kelemahan utama di Indonesia adalah Revolusi Mental. Untuk merevolusi itu suatu hal yang sangat sulit sekali, tapi dengan upaya, dan jerih payah Presiden saat ini, pasti akan membawa suatu perubahan yang lebih baik.

Mental Indonesia itu sulit sekali untuk dibimbing, Sudah banya Presiden yang menjabat di Indonesia, malahan yang terakhir kinerjanya menurun, serta Mental Indonesia di ombang-ambingkan. Sudah lama Masyarakat Indonesia ingin perubahan, dan pemimpin yang bukan wajah-wajah lama karena mengharapkan secercah harapan.
Disinilah muncul Pak Jokowi, yang terlihat mampu memimpin dan membawa perubahan untuk Rakyat Indonesia jadi lebih baik. Semoga harapan kita bisa terkabul dan Negara Indonesia jadi semakin maju.

Semangat Pak Jokowi...!!! Hidup Indonesia!!!

Minggu, 02 November 2014

  
Harga BBM Naik Picu Pertumbuhan Ekonomi, Asal...



TEMPO.CO , Jakarta: Ekonom Universitas Indonesia, Lana Soelistianingsih, mengatakan rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak dapat mendorong pertumbuhan ekonomi tahun depan.

Alasannya, dana yang semula untuk subsidi BBM dapat digunakan pemerintah untuk mengembangkan pembangunan dalam negeri.

"Kenaikan harga BBM berdampak baik pada pertumbuhan ekonomi asal dananya harus digunakan untuk pengeluaran yang produktif," kata Lana saat dihubungi Tempo, Ahad, 2 November 2014.

Lana mencontohkan, dana dari alokasi subsidi BBM dapat digunakan pemerintah untuk menunjang pembangunan infrastruktur dalam negeri. Pembangunan infrastruktur dirasa produktif sebab dapat menyerap banyak tenaga kerja dan meningkatkan partisipasi masyarakat dala kegiatan perekonomian.

Lana tidak menampik jika daya beli masyarakat akan turun beberapa saat setelah harga BBM dinaikkan. Tapi, hal ini tak dilihat sebagai suatu yang buruk karena masyarakat akan sadar bahwa pengurangan subsidi BBM ini akan berbalik lagi membawa keuntungan bagi mereka.
"Kalau infrastruktur, seperti jalan-jalan besar, sudah bagus, yang untung kan mereka juga," kata Lana.

Adapun, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengatakan saat ini pertumbuhan ekonomi pada kuartal III sekitar 5,1 persen. Total keseluruhan pertumbuhan ekonomi tahun ini diprediksi sebesar 5,2 persen. Hal ini sesuai dengan revisi target pertumbuhan ekonomi Bank Indonesia awal tahun ini dari 5,8 persen menjadi 5,1 persen karena melihat kondisi ekonomi Indonesia melemah.

Namun, dengan pengurangan subsidi BBM, Lana melihat sisi positif bagi perekonomian Indonesia. "Jika dimanfaatkan dengan efektif, kenaikan harga BBM justru dapat menyumbang petumbuhan ekonomi hingga 5,6 persen di tahun depan," kata Lana.

 Pak Celetuk juga merasa dengan kenaikan BBM bisa membantu pertumbuhan Ekonomi Indonesia, tetapi saat ini banyak rakyat yang belum paham dan sulit sekali untuk menjelaskan. Dan pastinya banyak sekali yang akan menjegal Pemerintahan Jokowi karena kasus kenaikan BBM, padahal untuk kebaikan kita sendiri.

Saat ini memang Subsidi BBM terlalu kacau.. Banyak sekali pihak yang berurusan dengan BBM dan melakukan banyak sekali korupsi serta kebocoran dana dimana-mana.. Kemungkinan Pak Jokowi ingin membersihkan kasus-kasus tersebut, dan memulai serta membangun dari awal lagi.

Dengan begitu Pak Jokowi dan kabinet nya bisa mengontrol dengan lebih baik, agar tidak terjadi seperti pemerintahan-pemerintahan sebelumnya. Pemerintah yang kemarin-kemarin terlalu kotor, hingga sulit sekali meluruskan benag kusut nya.

Pak Celetuk yakin, Pak Jokowi pasti telah memikirkan tentang BBM dengan baik. Serta apapun langkah yang akan diambil untuk kesejahteraan Rakyat Indonesia.

Semangat Pak Jokowi...!! Hidup Indonesia !!

Sabtu, 01 November 2014


"Lomba Lari" Para Menteri Ekonomi




JAKARTA, KOMPAS.com – Kabinet Kerja dengan jargon “kerja, kerja, kerja..” nampaknya menjadi semacam kontrak sosial, pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Jutaan mata mengawasi setiap langkah dari ke-34 menteri, sejak diambil sumpahnya, Senin (27/10/2013) lalu. Tak terkecuali para menteri di bidang perekonomian. Sebut saja beberapa nama seperti Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, serta Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, yang terlihat langsung tancap gas begitu bendera start, diangkat.

”Si Supercepat” Rini Soemarno


TRIBUN NEWS / DANY PERMANA Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini M Soemarno diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). TRIBUN NEWS / DANY PERMANA

“Si Supercepat” Rini Soemarno, pada hari pertama kerja langsung menggarap satu per satu pekerjaan rumah Kementerian BUMN. Pilihan pertamanya, mengisi kekosongan sejumlah perusahaan pelat merah. Maklum, ada lima perusahaan BUMN yang ditinggal direktur utamanya.

Kelima BUMN tersebut adalah PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), PT Pindad (Persero), PT KAI (Persero), serta PT Telkom Indonesia (Persero). Tiga perusahaan BUMN yang disebut belakangan ditinggal CEO-nya yang didaulat menjadi menteri, yakni Sudirman Said, Ignasius Jonan, serta Arief Yahya.

“Nah, inilah tadi salah satu yang saya diingatkan terutama para menteri yang tadinya Dirut/CEO BUMN, bahwa saya harus segera mendapatkan penggantinya,” ucap Rini, Senin (27/10/2014) usai pelantikan.

Rini pada hari itu juga mengatakan akan mempelajari profil direksi PT KAI (Persero) yang bakal ditunjuk menggantikan Ignasius Jonan. (baca: “Si Supercepat” Mulai Pelajari Profil Calon Pengganti Jonan). Dua hari berselang, Rabu (29/10/2014), ditunjuklah Direktur Pengelolaan Aset Non Produktif KAI, Edi Sukmoro sebagai Dirut KAI.

Penunjukkan Edi telah melalui proses seleksi, serta telah meminta saran dari Ignasius Jonan selaku Menteri Perhubungan dan mantan Dirut KAI.

Jonan yang bikin keringetan

TRIBUN NEWS / DANY PERMANA Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). TRIBUN NEWS / DANY PERMANA

Di Jl.Merdeka Barat, Ignasius Jonan sukses membuat para pejabat Kementerian Perhubungan, berkeringat, Senin (27/10/2014). Usai dilantik, Jonan langung meninjau kantor barunya. “Blusukan” ke ruangan tiap direktorat, dengan menggunakan lift barang sampai tangga darurat.

Di hari yang sama, Jonan menggelar rapat tertutup selama lebih kurang dua jam. Jonan nampak meninggalkan Gedung Karsa pukul 19.23 wib. Namun kepada wartawan, mantan Dirut KAI itu mengaku hanya perkenalan saja.

Pada Rabu (29/10/2014) sore, Jonan kembali melakukan inspeksi mendadak selama lebih kurang 2,5 jam. Meski nampaknya baru sekadar rapat dan inspeksi, namun Jonan sudah merencanakan strategi. Salah satunya, Jonan berencana memberlakukan piket Sabtu dan Minggu bagi pegawai di Kementerian Perhubungan.

Jonan juga mengatakan akan mempelajari dulu PR-PR yang belum selesai, seperti pencaplokan Bandara Halim Perdanakusuma oleh Lion Group. Namun, Jonan mengisyaratkan proyek KA cepat Jakarta-Bandung dihentikan, sebab tak berkeadilan. Selain itu, Jonan berjanji akan “blusukan” ke mercusuar-mercusuar terpencil.

Menteri Nyentrik Susi Pudjiastuti

Jika Jonan ingin ada piket Sabtu dan Minggu, Susi Pudjiastuti ingin jam kerja di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berubah, menjadi dari jam 07.00 sampai 15.00. Membabat pelaku illegal fishing menjadi agenda utama Susi, di samping membuat nelayan tidak bergantung lagi pada subsidi dalam lima tahun mendatang.

SABRINA ASRIL/KOMPAS.com Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti

Gebrakan awalnya, membuat data-data kelautan dan perikanan bisa diakses semua orang, Jumat (31/10/2014). Susi ingin, semua orang di Indonesia menjadi partisipan aktif dalam menjaga kekayaan laut Indonesia. Selain itu, Susi berniat mengkaji ulang regulasi yang dinilainya masih “belum pada tempatnya”.

Niat Susi untuk “jualan” tak serta-merta dilakukan serampangan. Ada aturan “preman” yang akan ia terapkan. “Program KKP hanya akan saya salurkan kalau Pemda sudah buat Perda pelarangan jual-beli kepiting yang bertelur, ikan yang bertelur, udang yang bertelur, pelarangan penebangan hutan bakau, pelarangan penggunaan bahan kimia di tambak. Kalau itu dibuat, programnya saya lepas,” ucap Susi, Kamis (30/10/2014).






Pak Celetuk sangat menyetujui dengan cara kepemimpinan di bawah Presiden Jokowi. Melihat dari Mutu menteri yang dipilih (Dengan mempertimbangkan berbagai aspek) mulai terlihat kinerjanya. Mereka memang terlihat sedang "Lomba Lari" untuk memperbaiki Indonesia dari segala segi, karena banyak sekali menu yang harus dilaksanakan untuk membuat Indonesia Lebih Baik. 

Presiden kita, telah memberikan mereka Motivasi dan Tugas yang sangat baik, serta mereka juga di berikan kebebasan ruang gerak untuk bekerja (tetap di bawah pengawasan) agar mereka bekerja secara Efektif, Efisien dan menggunakan Kreatifitas Individu yang Profesional.

Sudah sekian lama, kita tidak mendapatkan Presiden yang seperti Pak Jokowi. Inilah yang pak Celetuk rasa sangat sesuai untuk menjadi Presiden masa kini Negara Indonesia. Kinerja, Profesionalisme, serta semangat yang sangat baik.

Semoga, kinerja nya terus meningkat dan dapat membuahkan hasil dengan cepat untuk semua rakyat Indonesia, serta selalu mengedepankan Asas Pancasila, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Hidup Indonesia !!! Semangat Pak Jokowi !!! 

Temui Jokowi, Ibu Arsyad Diberi Amplop Duit



TEMPO.CO, Jakarta - Mursyidah, ibu dari Muhammad Arsyad, tersangka dalam kasus penghinaan Presiden dan pornografi menemui Presiden Joko Widodo dan Iriana Widodo, Sabtu, 1 November 2014. Setelah bertemu dengan Jokowi, Mursyidah mengaku diberi amplop berisi uang oleh Iriana. "Saat bertemu dengan ibu (Iriana), dikasih uang," kata Mursyidah di Kantor Presiden.

Namun Mursyidah tidak mengungkapkan nilai uang yang dia terima dari Iriana. Mursyidah mengatakan, dalam pertemuan itu, Iriana memberi pesan agar dirinya mengajari Arsyad untuk berhati-hati saat bertindak. "Dikasih tahu agar anaknya diajari, dan sudah dimaafkan," ujar Mursyidah yang datang bersama suaminya, Syafrudin.

Setelah bertemu dengan Jokowi dan Iriana, Mursyidah mengatakan ada jaminan mengenai penangguhan penahanan bagi Arsyad. Pada Ahad, 2 November 2014, Arsyad kemungkinan sudah bisa bertemu kembali dengan keluarganya.

Arsyad ditahan sejak 23 Oktober 2014 karena menyebarkan gambar Jokowi dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Montase atau gabungan dari beberapa potongan foto yang berbeda itu menunjukkan Jokowi sedang beradegan asusila dengan Megawati. Arsyad pun dijerat dengan Undang-Undang Pornografi dan terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara.


Mantap Pak Jokowi!!!.. Beginilah Presiden yang sesungguhnya. Tidak meneror Rakyat, memberikan pelajaran, mengutamakan pelayanan, serta memberikan pengampunan pada Rakyat.

Presiden yang sangat "Legowo". Kami sebagai rakyat Indonesia yang Pak Jokowi pimpin merasa sangat puas. Semoga hal tersebut dapat menginspirasi Rakyat Indonesia lain dan dapat memberikan pelajaran pada setiap individu masyarakat. Sebagai Presiden Indonesia serta Pemimpin, Pak Jokowi sudah memberikan contah yang sangat baik, besar, dan sangat bearti..

Terimakasih Pak Jokowi... Suksess Indonesia!!!