"Lomba Lari" Para Menteri Ekonomi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Kabinet Kerja dengan jargon “kerja, kerja, kerja..” nampaknya menjadi
semacam kontrak sosial, pemerintahan baru di bawah kepemimpinan
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Jutaan mata
mengawasi setiap langkah dari ke-34 menteri, sejak diambil sumpahnya,
Senin (27/10/2013) lalu. Tak terkecuali para menteri di bidang
perekonomian. Sebut saja beberapa nama seperti Menteri BUMN Rini
Soemarno, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, serta Menteri Kelautan dan
Perikanan Susi Pudjiastuti, yang terlihat langsung tancap gas begitu
bendera start, diangkat.
”Si Supercepat” Rini Soemarno
TRIBUN NEWS / DANY PERMANA
Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini M Soemarno diperkenalkan oleh
Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014).
TRIBUN NEWS / DANY PERMANA
“Si Supercepat” Rini Soemarno, pada hari pertama kerja langsung
menggarap satu per satu pekerjaan rumah Kementerian BUMN. Pilihan
pertamanya, mengisi kekosongan sejumlah perusahaan pelat merah. Maklum,
ada lima perusahaan BUMN yang ditinggal direktur utamanya.
Kelima
BUMN tersebut adalah PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), PT
Pindad (Persero), PT KAI (Persero), serta PT Telkom Indonesia (Persero).
Tiga perusahaan BUMN yang disebut belakangan ditinggal CEO-nya yang
didaulat menjadi menteri, yakni Sudirman Said, Ignasius Jonan, serta
Arief Yahya.
“Nah, inilah tadi salah satu yang saya diingatkan
terutama para menteri yang tadinya Dirut/CEO BUMN, bahwa saya harus
segera mendapatkan penggantinya,” ucap Rini, Senin (27/10/2014) usai
pelantikan.
Rini pada hari itu juga mengatakan akan mempelajari
profil direksi PT KAI (Persero) yang bakal ditunjuk menggantikan
Ignasius Jonan. (baca: “Si Supercepat” Mulai Pelajari Profil Calon
Pengganti Jonan). Dua hari berselang, Rabu (29/10/2014), ditunjuklah
Direktur Pengelolaan Aset Non Produktif KAI, Edi Sukmoro sebagai Dirut
KAI.
Penunjukkan Edi telah melalui proses seleksi, serta telah
meminta saran dari Ignasius Jonan selaku Menteri Perhubungan dan mantan
Dirut KAI.
Jonan yang bikin keringetan
TRIBUN NEWS / DANY PERMANA
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, diperkenalkan oleh Presiden Joko
Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). TRIBUN NEWS /
DANY PERMANA
Di Jl.Merdeka Barat, Ignasius Jonan sukses membuat para pejabat
Kementerian Perhubungan, berkeringat, Senin (27/10/2014). Usai dilantik,
Jonan langung meninjau kantor barunya. “Blusukan” ke ruangan tiap
direktorat, dengan menggunakan lift barang sampai tangga darurat.
Di
hari yang sama, Jonan menggelar rapat tertutup selama lebih kurang dua
jam. Jonan nampak meninggalkan Gedung Karsa pukul 19.23 wib. Namun
kepada wartawan, mantan Dirut KAI itu mengaku hanya perkenalan saja.
Pada
Rabu (29/10/2014) sore, Jonan kembali melakukan inspeksi mendadak
selama lebih kurang 2,5 jam. Meski nampaknya baru sekadar rapat dan
inspeksi, namun Jonan sudah merencanakan strategi. Salah satunya, Jonan
berencana memberlakukan piket Sabtu dan Minggu bagi pegawai di
Kementerian Perhubungan.
Jonan juga mengatakan akan mempelajari
dulu PR-PR yang belum selesai, seperti pencaplokan Bandara Halim
Perdanakusuma oleh Lion Group. Namun, Jonan mengisyaratkan proyek KA
cepat Jakarta-Bandung dihentikan, sebab tak berkeadilan. Selain itu,
Jonan berjanji akan “blusukan” ke mercusuar-mercusuar terpencil.
Menteri Nyentrik Susi PudjiastutiJika
Jonan ingin ada piket Sabtu dan Minggu, Susi Pudjiastuti ingin jam
kerja di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berubah, menjadi dari
jam 07.00 sampai 15.00. Membabat pelaku illegal fishing menjadi agenda
utama Susi, di samping membuat nelayan tidak bergantung lagi pada
subsidi dalam lima tahun mendatang.
SABRINA ASRIL/KOMPAS.com Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti
Gebrakan awalnya, membuat data-data kelautan dan perikanan bisa
diakses semua orang, Jumat (31/10/2014). Susi ingin, semua orang di
Indonesia menjadi partisipan aktif dalam menjaga kekayaan laut
Indonesia. Selain itu, Susi berniat mengkaji ulang regulasi yang
dinilainya masih “belum pada tempatnya”.
Niat Susi untuk “jualan”
tak serta-merta dilakukan serampangan. Ada aturan “preman” yang akan ia
terapkan. “Program KKP hanya akan saya salurkan kalau Pemda sudah buat
Perda pelarangan jual-beli kepiting yang bertelur, ikan yang bertelur,
udang yang bertelur, pelarangan penebangan hutan bakau, pelarangan
penggunaan bahan kimia di tambak. Kalau itu dibuat, programnya saya
lepas,” ucap Susi, Kamis (30/10/2014).
Pak Celetuk sangat menyetujui dengan cara kepemimpinan di bawah Presiden Jokowi. Melihat dari Mutu menteri yang dipilih (Dengan mempertimbangkan berbagai aspek) mulai terlihat kinerjanya. Mereka memang terlihat sedang "Lomba Lari" untuk memperbaiki Indonesia dari segala segi, karena banyak sekali menu yang harus dilaksanakan untuk membuat Indonesia Lebih Baik.
Presiden kita, telah memberikan mereka Motivasi dan Tugas yang sangat baik, serta mereka juga di berikan kebebasan ruang gerak untuk bekerja (tetap di bawah pengawasan) agar mereka bekerja secara Efektif, Efisien dan menggunakan Kreatifitas Individu yang Profesional.
Sudah sekian lama, kita tidak mendapatkan Presiden yang seperti Pak Jokowi. Inilah yang pak Celetuk rasa sangat sesuai untuk menjadi Presiden masa kini Negara Indonesia. Kinerja, Profesionalisme, serta semangat yang sangat baik.
Semoga, kinerja nya terus meningkat dan dapat membuahkan hasil dengan cepat untuk semua rakyat Indonesia, serta selalu mengedepankan Asas Pancasila, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Hidup Indonesia !!! Semangat Pak Jokowi !!!